Pasar Baru Bandung Ditata Ulang, Integrasi BRT Siap Pacu Geliat UMKM
Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan revitalisasi kawasan perdagangan Pasar Baru akan disesuaikan secara menyeluruh dengan jalur operasional Bus Rapid Transit. Kebijakan ini diambil agar setiap infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat tidak mengganggu kelancaran layanan transportasi publik tersebut.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyatakan bahwa pembangunan fisik seperti gapura kawasan harus dirancang melalui koordinasi intensif bersama tim teknis BRT. Langkah pencegahan ini diperlukan mengingat kawasan tersebut berada tepat di jalur lintasan armada bus berukuran besar.
"Makanya dalam menyusun atau membuat gapura di depan itu harus berkoordinasi dengan tim BRT. Karena nanti di situ akan menjadi jalur operasional bus. Minimal ketinggiannya sekitar 4,2 meter," ujar Rasdian, Minggu (2/8/2026).
Ketentuan batas ketinggian tersebut diterapkan demi menjamin aspek keselamatan perjalanan serta mencegah risiko benturan antara bodi bus dengan bangunan melintang. Standar ruang bebas ini bersifat wajib bagi setiap elemen penataan infrastruktur di koridor tersebut.
Sebagai pendukung mobilitas perkotaan, Terminal Antapani turut disiapkan sebagai stasiun akhir atau end station untuk rute tertentu. Integrasi moda transportasi ini ditargetkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat aksesibilitas menuju sentra UMKM Pasar Baru.
Artikel Lainnya
Aparat teritorial dari Koramil 0508/Purwadadi bersama warga Desa Wanakerta menggelar aksi kerja bakti membangun pondasi ...
Kejahatan dengan modus pecah kaca mobil kembali menghantui kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya...
Puluhan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mendadak jatuh sakit dan mengalami gejala keracunan massal setelah meng...
Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yang berpusat di Kota Bandung. Wilayah ini m...
Persediaan darah di Kabupaten Cianjur mengalami kekosongan parah sejak sebulan terakhir akibat minimnya partisipasi masy...