Polres Garut Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Ilegal, Pria Asal Aceh Diciduk
Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil menggagalkan distribusi ribuan butir obat keras tanpa izin edar di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, seorang pemuda berinisial H (24) yang tercatat sebagai warga Kabupaten Aceh Utara tak berkutik saat diringkus di kawasan Tarogong Kidul.
Kasat Narkoba Polres Garut Ajun Komisaris Polisi Usep Sudirman menjelaskan bahwa penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi penangkapan. Pihak kepolisian lantas bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya menciduk tersangka pada Rabu (29/7/2026) lalu.
"Pengungkapan ini merupakan komitmen Polres Garut dalam memberantas peredaran obat-obatan keras tanpa izin yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Usep kepada awak media pada Jumat (31/7/2026).
Dalam penggeledahan di lokasi, petugas mendapati barang bukti berupa 4.780 butir Tramadol, 326 butir Trihexyphenidyl, 974 butir Hexymer, uang tunai Rp800 ribu, dan ponsel pintar. Berdasarkan interogasi awal, tersangka mengaku telah beroperasi selama tiga bulan dan meraup keuntungan bersih sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari.
Hingga saat ini, penyidik masih memburu dua pemasok utama berinisial R dan I yang namanya telah dikantongi polisi guna memutus rantai pasok obat terlarang tersebut.
Artikel Lainnya
Aparat teritorial dari Koramil 0508/Purwadadi bersama warga Desa Wanakerta menggelar aksi kerja bakti membangun pondasi ...
Kejahatan dengan modus pecah kaca mobil kembali menghantui kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya...
Puluhan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mendadak jatuh sakit dan mengalami gejala keracunan massal setelah meng...
Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yang berpusat di Kota Bandung. Wilayah ini m...
Persediaan darah di Kabupaten Cianjur mengalami kekosongan parah sejak sebulan terakhir akibat minimnya partisipasi masy...