Kisah Penjual Balon Keliling di Bandung, Rela Dibayar Seikhlasnya Demi Dapur Tetap Ngebul
Tekanan ekonomi yang kian ketat memaksa Ahmad, seorang penjual balon keliling di Kota Bandung, mengambil keputusan tidak biasa. Ia sengaja tidak mematok harga tetap untuk balon yang dijajakannya agar tetap bisa membawa pulang uang ke rumah.
Setiap hari Ahmad mulai menjajakan dagangannya pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan berjalan kaki menyusuri kawasan Arcamanik, Antapani, Jalan Riau, hingga Lapangan Gasibu. Namun, kerja keras berjam-jam tersebut sering kali tidak membuahkan hasil pasti akibat sepinya minat pembeli.
"Seikhlasnya saja, ada yang kasih sepuluh ribu rupiah, ada juga dua ribu rupiah, yang penting laku," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Minggu (2/8/2026).
Pendapatan yang minim membuatnya kerap kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan terpaksa berutang di warung demi membeli bahan makanan pagi hari. Sebelum berjualan balon, Ahmad sempat menggantungkan hidup sebagai penjual kopi di Gasibu sebelum akhirnya gulung tikar akibat pandemi Covid-19.
Ahmad saat ini tetap mengandalkan rute jalan kaki membawa balon-balon warna-warni demi bertahan hidup sambil mengumpulkan modal untuk kembali membuka usaha warung kopi gerobaknya.
Artikel Lainnya
Mal Taman Anggrek di Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, merupakan salah satu pusat perbelanjaan legendaris yang dires...
Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah strategis untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghas...
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara terkemuka di bidang teknologi informasi dan komunik...
Pasar saham Wall Street mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan akhir pekan, mengakhiri tren pelemahan empat s...
Merek kue kering populer Ina Cookies memperingati hari jadi ke-34 dengan menyelenggarakan puncak Sayembara Cipta Rasa IN...