Benarkah Micin Bikin Bodoh, Simak Fakta Ilmiah dan Batas Amannya
Isu mengenai dampak buruk penyedap rasa terhadap kecerdasan telah lama menghantui masyarakat luas. Stigma negatif ini bermula dari laporan kasus tahun 1960-an terkait Chinese Restaurant Syndrome yang kemudian berkembang menjadi mitos penurunan fungsi kognitif.
Padahal, bahan dasar pembuatan micin berasal dari fermentasi sumber karbohidrat alami seperti tebu dan kentang oleh bakteri khusus. Proses tersebut menghasilkan zat glutamat alami yang tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan penurunan tingkat kecerdasan manusia.
"Anak jadi bodoh apa karena makan micin, itu tidak ada hubungan, itu mitos mungkin ya berbagai faktor anak jadi bodoh," ujar dokter spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, saat menjelaskan faktor eksternal lain seperti kebiasaan belajar.
Data global menunjukkan bahwa negara dengan tingkat konsumsi penyedap rasa tertinggi di dunia seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tetap mencatatkan rata-rata skor IQ penduduk yang tinggi. Hal ini semakin memperkuat bukti bahwa tidak ada korelasi negatif antara MSG dan intelegensi.
Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan batas aman asupan harian MSG berkisar antara nol hingga 120 miligram per kilogram berat badan untuk dikonsumsi secara berkala.
Artikel Lainnya
Sejumlah tempat nongkrong di Kota Bandung berlomba-lomba menghadirkan inovasi sajian minuman dengan ragam warna menarik ...
Kepergian ikon feminisme dunia, Gloria Steinem, meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan perjuangan yang luar biasa ...
Nasi merupakan beras atau sereal lain yang dimasak melalui proses perebusan atau pengukusan untuk dikonsumsi sebagai sum...
Anita LeBrun, seorang penghuni panti jompo berusia 82 tahun di Minnesota, berhasil mengubah aturan hukum negara bagian s...
Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Ariana Grande, memutuskan untuk beristirahat dari sorotan publik dan mundur dari proy...